ALLAH TAALA MEMBERI HIDAYAH KEPADA SESIAPA YANG DI KEHENDAKINYA

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; dan sesiapa yang menurut jejak langkah Syaitan, maka sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menyuruh (pengikut-pengikutnya) melakukan perkara yang keji dan perbuatan yang mungkar. Dan kalaulah tidak kerana limpah kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamu, nescaya tidak ada seorang pun di antara kamu menjadi bersih dari dosanya selama-lamanya; akan tetapi Allah membersihkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya); dan (ingatlah Allah Maha Mendengar) lagi Maha Mengetahui. An-Nur ayat 21

Sabtu, 19 Disember 2009

Di akhir-akhir ini kebanyakkan umat Islam tidak begitu mengetahui sebab musabab kenapa kita di suruh mencari, berguru dan bergaul dengan orang soleh dan aulia. Kami cuba membawa syarahan Syeikh Abdul Qadir Jailani di dalam kitabnya (Futhur Rabbani)/ (Nasihat2 Wali Allah - Edisi Indonesia), berkenaan mencari para aulia dan orang soleh. Kenapa mereka begitu penting dalam hal pengubatan hati.
Mereka ini pengikut Rasullullah zahir dan batin.Cuma, mereka "speacialist" dalam bab mendidik hati. Ulama fekah "specialist" dalam bab zahir syariat. Ibarat kayu perabot, ulama fekah tukang ukir dan tukang pahat, bahagian halus-halus dan memperlicin supaya berkilat itu bahagian ahli hakikat. Moga kita sama-sama mengambil manfaat. InsyaAllah.



Majlis Ketiga Puluh Sembilan

MENCINTAI PARA AULIA DAN ORANG-ORANG SALIH
Syaikh Abdul Qadir memberikan syarahannya pada Jumaat pagi bertempat di pondok, tanggal 12 Rejab tahun 545 Hijriah :


Jika engkau menginginkan kekuasaan, di dunia dan akhirat, maka jadikanlah segalamu untuk Allah, maka jadikanlah dirimu sebagai pemimpin dan kepala atas dirimu sendiri dan orang lain. Sesungguhnya aku benar-benar memberi nasihat kepadamu, maka terimalah nasihatku ini. Aku benar-benar telah menunjukkan jalan yang benar kepadamu, maka benarkanlah aku. Jika aku berdusta, maka aku didustakan, lalu kau pun berdusta dan kaupun dikatakan sebagai pendusta. Dan jika aku benar dan dibenarkan, maka engkau pun benar dan dikatakan sebagai benar.
"Sebagaimana engkau berhutang, kaupun dimintai hutang".


Ambillah dariku, ubat-ubat untuk penyakit agamamu. Lakukanlah maka kau pun akan sembuh. Para pendahulu selalu berkeliling ke timur dan ke barat dalam mencari para wali dan orang salih, kerana mereka adalah pengubat hati. Jika berhasil menemukan seorang darinya, maka mereka pun meminta pengubat bagi agama mereka. Akan tetapi kalian, sekarang justeru membenci para fukaha, ulama dan para wali, di mana mereka adalah orang-orang yang mengajarkan kesopanan dan ilmu pengetahuan. Sudah tentu suatu pengubatan tidak jatuh ke tangan kalian. Apalah erti ilmu dan terapi-ku bagimu ? Setiap hari aku membangun suatu fondament untukmu, namun setiap hari pula engkau merobohkannya. Aku gambarkan suatu bentuk pengubatan kepadamu, namun engkau tidak pernah melaksanakannya.




Aku katakan kepadamu, janganlah kau makan suapan ini, kerana dia mengandungi racun, sedang yang ini semuanya mengandung ubat. Maka kalian pun menentangku dan memakan suapan yang beracun. Dalam waktu dekat akan tampak reaksinya bagi bangunan agama dan keimananmu.Sesungguhnya aku hanya ingin memberikan nasihat kepadamu. Aku tidak gentar dengan pedangmu dan tidak menginginkan emasmu. Barangsiapa yang bereksist bersama Allah, maka dia tidak akan gentar kepada semua orang, jin atau manusia, binatang melata, binatang buas, singa dan tidak kepada sesuatu dari makhluk ini secara universal.


Janganlah engkau menganggap kosong para guru yang mengamalkan ilmu mereka. Kalian adalah orang yang bodoh tentang Allah. Dan juga dengan orang-orang salih, para hamba-Nya yang selalu menurut kepada-Nya, selalu redha dengan semua perbuatan-Nya. Semua keselamatan terletak pada keredhaan dengan vonis, memperpendek angan-angan, dan kezuhudan di dunia. Jika kalian melihat adanya kelemahan di dalam diri kalian, maka turunkanlah dia untuk mengingati kematian dan memperpendek angan-angan.

Rasulullah saw bersabda, ketika menceritakan firman Allah :
عن أبي هریرة t قال: قال رسول الله e : إن الله تعالى قال: من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إليَّ عبدي بشيء أحب إليَّ مما افترضته عليه، ولا یزال عبدي یتقرب إليَّ بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته آنتُ سمعه الذي یسمع به، وبصره الذي یبصر به، ویده التي یبطش بها، ورجله التي یمشي بها، ولئن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه رواه البخاري. Hadis diriwayatkan oleh al-lmam al-Bukhari. Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Sesungguhnya Allah Ta'ala telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi seorang waliKu, maka Aku akan isytiharkan perang terhadapnya. Seorang hambaKu tidak bertaqqarub (iaitu menghampirkan dirinya) kepadaKu dengan suatu amalan yang lebih Aku sukai lebih daripada amalan yang Aku fardhukan ke atasnya. Seseorang hamba sentiasa bertaqqarub dirinya kepadaKu,dengan amalan-amalan sunat sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya, maka jadilah Aku pendengarannya yang dia mendengar sesuatu dengannya, jadilah Aku penglihatannya yang dia melihat sesuatu dengannya, jadilah Aku tangannya yang dengannya dia melakukan kerja, jadilah Aku kakinya yang dengannya dia berjalan. Sekiranya dia meminta daripadaKu Aku akan kurniakannya dan sekiranya dia meminta perlindungan dariKu nescaya Aku akan melindunginya.


Dipandang semua perbuatannya dengan Allah. Dengan demikian dia telah melepaskan diri dari daya upayanya, penglihatannya kepada dirinya sendiri dan orang lain. Jadilah semua geraknya, daya dan upaya¬nya adalah dengan Allah, tidak dengan dirinya sendiri atau orang lain. Dia mengasingkan dirinya, urusan dunianya atau akhiratnya. Segalanya merupakan ketaatan. Tentu saja, usaha pendekatannya adalah ketaatannya itu, yang akan menjadi penyebab bagi kecintaan Allah kepadanya. Dengan ketaatan Dia menjadi cinta dan dekat, dengan kederhakaan Dia menjadi murka dan jauh.


Dengan ketaatan dia akan mendapat ketenteraman, dengan kemaksiatan dia akan mendapatkan kegelisahan, kerana barangsiapa yang melakukan keburukan akan merasa gelisah. Dengan mengikuti syariat akan didapatkan kebaikan, dan dengan menentangnya akan didapatkan kejelekan. Barangsiapa syariat tidak menjadi temannya dalam segala keadaannya maka dia adalah orang yang rosak bersama para perosak. Beramal, berjuanglah dan jangan menganggap berat suatu amal. Orang yang tidak beramal akan selalu tamak, sementara seorang yang merasa berat dengan suatu amal akan membanggakan dirinya dan terpedaya.. Suatu kelompok ada yang berdiri di antara dunia dan akhirat, ada yang berdiri di antara syurga dan neraka dan ada yang berdiri di antara manusia dan Penciptanya.


Jika engkau berzuhud, maka engkau merupakan seorang yang berdiri di antara dunia dan akhirat. Jika engkau takut, maka engkau merupakan seorang yang berdiri di antara surga dan neraka. Dan jika engkau makrifat maka engkau merupakan seorang yang berdiri di antara manusia dan Penciptanya. Satu waktu engkau melihat kepada manusia, dan kepada Penciptanya dalam kesempatan lain. Kau dapat mencapai tingkatan kelompok tersebut, mengenali keadaan akhirat, perhitungannya dan segala isinya. Tidak itu saja, bahkan engkau dapat menceritakan apa yang engkau saksikan dan apa yang engkau lihat, meskipun suatu berita mungkin tidak sama persis dengan realitinya. Kelompok tersebut selalu menunggu pertemuannya dengan Allah, mengangankannya dalam semua waktu mereka. Mereka tidak takut datangnya kematian, karena hal itu merupakan jalan untuk bertemu dengan Tuhannya.


Bercerailah sebelum engkau diceraikan dari dunia. Tinggalkanlah sebelum engkau ditinggalkan. Berdiamlah sebelum engkau didiamkan oleh keluargamu dan semua manusia. Semua itu tak akan bermanfaat bagimu, setelah engkau menemukan kuburanmu. Bertaubatlah dari memperoleh suatu yang mubah dengan kesenangan.


(Wahai bangsaku) Berwaraklah dalam segala tindakan kalian. Warak (menjaga dari haram atau serupa) merupakan baju agama. Carilah dariku, sebuah baju untuk agama kalian. Ikutlah kepadaku, kerana sesungguhnya aku adalah pengikut Rasulullah saw. Aku selalu mengikutinya, dalam hal makan, minum, menikah dan semua tindakannya serta segala sesuatu yang dikatakan berasal dari beliau. Tak hentinya aku seperti itu, sampai aku dapat melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Allah bagiku, kerana sesungguhnya aku selalu berada di atas kehendak tersebut tanpa memikirkan sanjungan Allah, begitu juga dengan pujianmu atau celaanmu, pemberian atau penolakanmu, kebaikan atau kejelekanmu, penerimaan atau pemalinganmu. Kau hanyalah seorang bodoh, yang tak pernah peduli dengan itu semua. Maka jika engkau mendapat kebahagiaan dan beribadah kepada Allah, maka ibadahmu itu ditolak, kerana ibadahmu itu diiringi dengan kebodohan, sementara semua kebodohan merupakan suatu kerosakan.


Rasulullah saw bersabda :

"Barangsiapa yang beribadah kepada Allah di atas kebodohan, maka kerosakannya akan mempunyai kemungkinan lebih besar daripada kebenarannya ". Tak ada kebahagiaan bagimu, sampai engkau mengikuti Kitabullah dan sunnah Rasulullah saw.
Dari sebahagian ulama diriwayatkan bahwa beliau berfatwa :
"Barangsiapa yang tidak mempunyai guru, maka gurunya adalah syaitan".


Ikutilah para guru yang alim dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah, yang mengamalkan keduanya. Atau berprasangka dengan baik kepada mereka, belajar dari mereka, bersopan santun di hadapan mereka serta bergaul dengan mereka, sehingga engkau akan mendapat kebahagiaan. Jika engkau tidak mengikuti Kitabullah dan sunnah Rasulullah, dan tidak ikut kepada para syaikh yang menguasai keduanya, maka tiada kebahagiaan bagimu, selamanya. Apakah engkau tidak pemah mendengar :
"Barangsiapa merasa cukup dengan pendapatnya sendiri, maka dia akan tersesat".


Bersihkan dirimu dengan menemani seorang yang lebih alim dari pada dirimu sendiri. Sibukkan dirimu dengan memperbaikinya, barulah kemudian berpindah kepada yang lainnya. Rasulullah saw. bersabda :

"Mulailah dengan dirimu sendiri, kemudian kepada orang-orang yang menjadi tanggung jawab ".
Beliau bersabda :
"Tak ada kewajiban untuk bersedekah, sementara kerabatmu memerlukannya ".
Wallahualam...
Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
(Wali-wali Allah itu ialah) orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa.
Untuk mereka sahajalah kebahagiaan yang mengembirakan di dunia dan di akhirat; tidak ada (sebarang perubahan pada janji-janji Allah yang demikian itulah kejayaan yang besar.

khazanah islam

SYEIKH ABDULLAH AL-MAJZUBI. WAKIL TUHAN SEMENJAK 1400 HIJRAH


neocounter

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template